Alka Haru Karimah

Alka sekarang sudah 2 tahun 4 bulan, pintar ngobrol, suka main lego, boneka, mobil-mobilan, segala macam pretend play, dan suka sekali dibacakan buku. Alka suka segala sayur yang warnanya merah, suka segala macam buah-buahan (kecuali kiwi, kapok karena pernah makan yang kecut). Alka masih tidak suka diajak ke toilet di rumah, ganti popok pun ogah-ogahan (fiuh).

Alka sudah di day-care dari usia 1 tahun. Alhamdulillah semakin jarang sakit, beda dengan tahun pertama di day-care. Bulan-bulan awal di day-care, hampir tiap pekan alka panas. Hampir selalu hidung meler. Batuk juga nggak jarang. Tambah lama, sepertinya dia tambah menter setelah tahun lalu pernah beberapa kali sakit agak parah yang mengharuskan diinfus, opname, dan sebagainya. Sejak itu, saya jadi lebih aware dengan nama-nama virus karena sensei di day-care juga demikian.

Suatu hari Alka sakit pneumonia karena terserang virus human meta-pneumonia di paru-parunya. Suatu hari yang lain, terkena adenovirus. Pernah juga terkena influenza tipe B yang juga menulari ibunya dan membuat tepar berjamaah. Allah masih banyak memberi kemudahan karena pas Alka dan ibunya sakit, bapaknya tidak ikutan sakit. Alka juga tidak terkena virus-virus lain yang kadang tertulis di papan pengumuman day-care sedang mewabah di sana (jangan sampai, aamiin).

Beberapa waktu lalu, Alka terkena mushiba (ada warna coklat di gigi depan, dan giginya agak terkikis). Sepertinya karena ibunya kurang usaha teratur membiasakan gosok gigi. Dulu kalau Alka tidak mau, ya sudah, menyerah tidak digosok. Dengan ini, ibunya jadi kapok. Alka direkomendasikan oleh dokter medical check-up di day-care untuk dibersihkan giginya ke dokter gigi. Di dokter gigi, awalnya dia latihan cuma disikat saja giginya. Di pertemuan ke-3, gigi bagian yang coklat dibor. Sekitar 5 kali berturut-turut setelah ke dokter gigi, giginya Alka dinyatakan aman. Yang bikin ibu heran, Alka mau nurut banget sama dokter gigi, nggak seperti di rumah kalau ibunya mau nyikatin gigi. Alka semangat ke dokter gigi karena kalau ke sana bisa main mainan anpanman dan kadang diberi hadiah oleh bu dokternya (stiker, balon dari sarung tangan karet digambarin). Sejak ini setiap hari Alka gosok gigi walaupun harus sambil dinyanyikan lagu kucu-kucu hamigaki yang sering ada di acara tv favoritnya.

Alka lebih banyak makannya sekarang. Walaupun masih sering pilih-pilih, tapi lebih mudah untuk mau apapun yang dimasak ibu dan bapak. Alka juga tambah senang jalan-jalan, main plorotan, ayunan, main di kolam renang, dan lain-lain. Berat badannya masih di batas normal walaupun agak dibawah rata-rata. Tapi, menurut ibu, itu sudah perkembangan yang bagus sekali mengingat susahnya berat badannya naik di tahun pertama masuk day-care karena sering sakit.

Alka sedang berusaha latihan supaya bisa pipis di toilet. Di rumah, dia masih susah dibujuk. Tapi, di day-care mungkin dia lebih manut sama sensei. Kemarin dia berhasil seharian terus berhasil pipis di toilet. Ibunya pun diberi ancang-ancang oleh sensei supaya menyiapkan celana dalam dan celana luar lebih banyak dalam waktu dekat karena Alka mau dilatih tanpa popok. Ooh, betapa kerennya tanpa popok, ya.

Alka diam-diam belajar sambil bermain, diam-diam mengerti kalau dia salah dan dimarahi. Alka mudah ingat kata-kata ibu, bapak, dan sensei. Alka punya potensi besar. Segala puji bagi Yang Menciptakannya, Yang Memilikinya, Yang Menguasaihatinya. Mohon berkah sepanjang usianya. Semoga Alka menjadi muslimah yang sholiha, kuat dan menguatkan umat, dan digolongkan menjadi hamba-Nya yang diberi nikmat juga keselamatan dunia dan akhirat. Aamiin.

広告


コメントを残す

以下に詳細を記入するか、アイコンをクリックしてログインしてください。

WordPress.com ロゴ

WordPress.com アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト /  変更 )

Google フォト

Google アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト /  変更 )

Twitter 画像

Twitter アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト /  変更 )

Facebook の写真

Facebook アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト /  変更 )

%s と連携中