Belajar tentang MPASI

Karena anak bayi sudah genap 5 bulan, saatnya si ibu belajar tentang makanannya. Tapi, sebenarnya Alka sudah dikasi MPASI (Minuman Pendamping ASI) dari lama karena ASI ibunya kurang 😛 ehehe. Anw, saya pengen nulis tentang kesan dan pesan dari baca-baca buku, situs, blog, dll tentang MPASI (Makanan Pendamping ASI) –> kepanjangan yang bener.

Secara umum yang saya ketahui, ada dua macam cara memberikan makanan ke anak bayi, yaitu: mengajari dia makan sendiri dan menyuapi. Mengajari makan sendiri itu terkenalnya caranya disebut Baby-Led Weaning (BLW). Sedangkan, cara menyuapi itu ada macam-macam yang sepertinya sih dibedakan berdasarkan tahap-tahapan memberi makannya. Oke, kita kupas satu-satu (wkwk, biar berasa keren blognya).

Baby-Led Weaning 

Penjelasan tentang BLW itu biasanya tidak terlalu panjang (atau mungkin saya aja yang kurang baca, hehe). Pada intinya adalah, bayi sudah punya naluri masukin macam-macam ke mulut. Jadi, kayaknya ini semacam memanfaatkan nalurinya ini dengan ngasih bayi makanan. Tinggal ditarok, biarkan dia main-main, ngemut, sampai akhirnya ngerti cara makan sendiri (sambil dicontohin pas makan bareng juga kali ya). Beberapa pertanyaan saya, kira-kira jawabannya begini:

  • Emang makanannya kemakan? Tidak perlu diragukan, yang masuk ke mulut sedikit sekali waktu awal-awal.
  • Nanti bayinya kekurangan nutrisi? Sampe kira-kira satu tahun, ASI / sufor adalah makanan utama bayi, gapapa.
  • Makanannya ga dibikin bubur, kalo ketelan? Reflek bayi buat ngeluarin benda asing dari mulut masih tinggi. Yang masuk perut ya yang bisa dia telan saja (dengan syarat ngasih makanannya juga dipilih dulu yang tidak mudah tertelan, misalnya anggur utuh). Nanti sesuai dengan perkembangan pencernaannya bayi, akan semakin bisa nelan tekstur kasar.
  • Kekurangannya BLW? rumah kayaknya jadi berantakan 😛 Bayi yang terlahir prematur / punya kelainan kesehatan, tidak dianjurkan pakai BLW
  • Tahap-tahapan ngasih makannya? Awal-awal yang mudah dipegang, lanjut ke yang potongannya agak kecil, lanjut yang bisa dipungut jari, lama-lama apa saja (kira-kira sudah bisa makan apa saja kalau belajar makan anaknya lancar, biasanya 9 bulan ke atas. 

Spoon Feeding (disuapin)

Kalau si bapaknya Alka, dia pengennya ngajarin anak makan sendiri aja biar nggak repot dan anaknya mandiri. Tapi, si ibu penasaran pengen bikin-bikin bubur, wkwk. 

Seperti yang disebut di atas, tahap-tahapan gimana nyuapin anak itu banyak pendapatnya. Tapi, kayaknya si semua pada setuju kalau tekstur makanannya lembut dan encer di awal, dan makin lama makin kasar sampai akhirnya sama dengan makanan orang dewasa. Kata buku yang saya beli kira-kira teksturnya semacam di gambar di bawah. Banyak pendapat merekomendasikan untuk ngasih satu macam makanan yang sama setiap sekitar 3 hari di awal2 MPASI supaya ketahuan si anak punya alergi terhadap bahan makanan apa. 

Nah, kalau di buku di atas, ngasih MPASI bisa dimulai dari sekitar 5 bulan kalau anak sudah tegak lehernya, sudah bisa duduk sendiri (walaupun dengan support), sudah mulai tertarik ke makanan (misalnya dia menggapai-gapai makanan ibunya, ngiler liat orang makan, dll), sudah tidak terlalu mendorong sendok keluar mulut, ritme sehari-hari sudah mulai teratur (pola tidur malam, tidur siang, nenen, dll). Selain itu, direkomendasikan memulai MPASI ketika mood anaknya bagus, dan di pagi hari (supaya kalau ada alergi dan perlu ke dokter, dokternya masih buka). Aturan memulai makan yang disebutkan di sini, sehabis makan MPASI, anak boleh mimik ASI / sufor sampai dia puas. Jadi, memang ASI / sufor masih adalah makanan utama bayi di tahap awal. Tujuan awal ngasih MPASI adalah memperkenalkan suatu hal bernama “makan”, yang mana “makan” itu adalah hal yang menyenangkan, lho.. begitu. 

Yang berbeda-beda dari cara nyuapin yang lain itu biasanya tentang kapan mulainya. Katanya, WHO merekomendasikan ketika anak sudah mulai 6 bulan. Selain itu, yang berbeda-beda lagi adalah banyak porsinya. Ada pendapat yang mengatakan satu kali sehari saja di awal, lanjut ke dua kali makan setelah sebulan pertama, lanjut lagi tiga kali kalau sepertinya sudah siap. Pendapat lain bilang, langsung tiga kali makan tidak apa-apa. 

Percobaan MPASI

Kemarin, Alka ngeliatin aja sambil agak ngiler banyak  ketika bapaka atau ibunya sedang makan. Eh, kebetulan sorenya si ibu makan pisang. Langsung aja de, Alka dipangku dan dicobain disodorin pisang. Alka ternyata mau ngenyut-ngenyut ujung pisangnya. Kayaknya karena pisang itu manis, dia jadi suka deh (biasanya bayi suka manis). 

Hari ini, paginya saya penasaran nyobain cara bikin bubur yang pake rice cooker aja bareng masak nasi biasa. Caranya ini, berasnya dimasukin ke gelas kecil dengan air banyak trus dimasukin di tengah rice cooker bareng masak nasi seperti biasa. Setelah mateng, nasinya diulek, disaring, dan diencerkan. Lebih jelasnya bisa dilihat di video ini: http://youtu.be/86pJLMDII3I . Hasilnya bisa dilihat seperti gambar di bawah. Waktu disuapin, Alka nyengir-nyengir merasa aneh mungkin karena pengalaman baru sama rasanya. Alka makan 2 kali setengah sendok yang di gambar.

 

Kedepannya, saya masih mikir-mikir mau gimana ngasih MPASI-nya. Kemungkinan saya ngikutin si Alka nya lebih terlihat pewe yang mana. Untuk sementara sekali sehari saja dikit-dikit dimulai dari bubur karbohidrat (sumber energi: beras, kentang, ubi, pisang), lanjut nambah sayur dan buah (sumber vitamin dan mineral: bayem, sawi, wortel, apel, dll), lanjut nambah yang berprotein (tahu, ikan, kinako / bubuk kedelai, dll). Diselingi juga BLW kalo dia mau 😛 . Kalau sudah terbiasa, kita tambah jadi dua kali makan yaah 😛 supaya si ibu mahir dulu latihan nyiapin maemnya.

Semoga ada yang udah berpengalaman ngasih MPASI buat anaknya komen di sini, hehehe.

広告


コメントを残す

以下に詳細を記入するか、アイコンをクリックしてログインしてください。

WordPress.com ロゴ

WordPress.com アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト /  変更 )

Google+ フォト

Google+ アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト /  変更 )

Twitter 画像

Twitter アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト /  変更 )

Facebook の写真

Facebook アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト /  変更 )

%s と連携中