Human Learning (part 2)

Untuk human learning part 1, silakan menengok post yang sebelumnya, hehe.

Human learning yang sekarang obyeknya berbeda dan tingkat kesulitannya juga berbeda. Kalau dulu, jawaban benar dari training data bisa dikonfirmasi kepada obyek kebenarannya. Tapi, obyek yang sekarang belum mampu mengkonfirmasi jawaban yang diberikan. Training data awalnya juga tidak ada. Hasilnya, yang learning harus nebak-nebak dengan sabar yang sesabar-sabarnya.

Ngomong apa sih? 😀

Obyek learning yang sekarang adalah si adek yang alhamdulillah sudah berusia tepat satu bulan hari ini. Dari pengamatan selama satu bulan, yang saya pahami adalah saya belum ngerti banyak sekali ilmu perbayian. Di lain pihak, si adek lebih banyak belajar mengenal lingkungannya. Saya masih belajar menangani dan tidak gupuh ketik dia nangis karena nangis adalah bahasa bayi untuk bilang banyak hal (laper, minta ganti popok, minta digendong, kesepian, sakit sesuatu, dll). Si adek belajar cara ngepasin mulut ke mimik, belajar melihat hal baru dalam hidupnya bersamaan dengan matanya yang semakin jelas penglihatannya, belajar mengenal sura ibu bapaknya, belajar mengenal siang dan malam, belajar ngoceh, dll banyak sekali. Bahkan dia menolong ibu dengan mimik ASI sehingga radang kelenjar dada atau mastitis (payudara yang mengeras karena nggak dimimik2) jadi sembuh.

  

Baiklah lanjut learning lagi setelah kemaren bapak dan ibu lumayan sukses membotaki si adek. Insya Allah nanti rambutnya ditimbang buat disedekahkan senilai gram perak rambutnya pas aqiqah.

広告


コメントを残す

以下に詳細を記入するか、アイコンをクリックしてログインしてください。

WordPress.com ロゴ

WordPress.com アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト /  変更 )

Google フォト

Google アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト /  変更 )

Twitter 画像

Twitter アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト /  変更 )

Facebook の写真

Facebook アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト /  変更 )

%s と連携中